Tags
article
(13)
beauty
(45)
beauty care
(21)
beauty tricks
(21)
blog
(1)
computer
(20)
diet
(4)
disease
(2)
entertainment
(1)
health
(40)
health articles
(24)
internet
(17)
lectures
(1)
make-up
(20)
money
(1)
news
(9)
photography
(15)
school
(2)
technology
(25)
tips and tricks
(1)
Total Views
Sabtu, 27 Oktober 2012
Cara Menghindari Efek Buruk Kebisingan
Cara Menghindari Efek Buruk Kebisingan
Linda Mayasari - detikHealth | Kamis,
13/09/2012 17:57 WIB
Jakarta, Telinga
manusia sangat sensitif dan gangguan sekecil apapun pada setiap bagian dari
struktur telinga dapat menyebabkan masalah. Kerusakan tersebut disebabkan oleh
kontak yang terlalu lama dengan suara keras atau suara tiba-tiba.
Suara dapat
berbahaya bagi tubuh manusia dalam dua cara. Pertama, suara keras berpotensi
menyebabkan kerusakan fisik pada telinga, yang dapat mengakibatkan masalah
pendengaran. Sedangkan yang kedua, suara berisik berkepanjangan dapat
menyebabkan tekanan emosional dan stres.
Kerusakan pada
telinga dapat bersifat permanen atau sementara, dan kasus berulang dari
gangguan sementara dapat menyebabkan kerusakan permanen.
Kerusakan pada
telinga tidak selalu berarti gangguan pendengaran, telinga berdenging atau
kepekaan fisik dan psikologis terhadap beberapa suara juga diklasifikasikan
sebagai kerusakan telinga.
Berikut kerusakan pada telinga yang paling umum terjadi:
Berikut kerusakan pada telinga yang paling umum terjadi:
Tinnitus
Merupakan kondisi
dimana telinga terus menerus berdenging akibat kebisingan yang sangat keras
seperti suara musik di klub malam. Kondisi ini biasanya dapat berlangsung
beberapa jam dan kembali ke pendengaran normal, tetapi juga dapat menjadi
kondisi yang berlangsung lama.
Kehilangan
pendengaran
Kondisi ini
merupakan perasaan sedikit tuli yang bersifat sementara akibat suara yang
begitu keras. Pendengaran akan pulih dari trauma ini selama beberapa waktu dan
jika kondisi ini terus berulang akan menyebabkan kerusakan yang lebih parah.
Tuli permanen
Kondisi ini dapat
terjadi secara bertahap dan disebabkan oleh paparan kebisingan yang
terus-menerus.
Berikut hal yang
perlu dilakukan untuk mencegah kerusakan telinga dan stres karena kebisingan
seperti dilansir besthealthmag,
Kamis (13/9/2012):
1. Tidak
mendengarkan suara yang terlalu keras hingga di atas 100 desibel tanpa
pelindung telinga selama lebih dari 15 menit.
2. Hindari paparan
suara yang terlalu keras hingga lebih dari 110 desibel. Paparan rutin yang
berlangsung lebih lama dari 1 menit dapat menyebabkan gangguan pendengaran
permanen meskipun baru sekali terpapar suara sekeras itu.
3. Gunakan
pelindung telinga ketika menggunakan mesin-mesin yang mengeluarkan suara
berisik seperti pemotong rumput. Suara dengan tingkat kebisingan lebih dari
85-90 desibel juga berpotensi merusak telinga.
4. Menjaga volume
TV, radio dan handphone pada tingkat yang wajar.
5. Minimalkan
penggunaan peralatan rumah tangga yang berisik dan pastikan mengenakan telinga
ketika harus menggunakannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular Posts
-
Pas ngampus tadi bahasannya tentang ini, iseng-iseng Ol posting ajah. semoga bermanfaat. Unified Modeling Language (UML) ...
-
Dandan makeup mata kucing Mungkin anda pernah mendengar bahwa garis di pinggiran mata akan membuat mata anda terlihat lebih kecil. ...
-
Berbinar dengan Riasan Mata Warna Pastel Kompas.com | Chic | Selasa, 6 September 2011 | 12:19 WIB Mata yang sayu atau berkesa...
-
Adenya olia dapet tugas dari sekolahan buat nyari artikel tentang definisi peralatan Informasi dan Komunikasi. Iseng-iseng, olia coba ...
-
12 Makhluk Mitologi dengan Wajah Cantik Namun Kejam dan Mematikan ini dia makhluk-makhluk legenda (mitos) yang diklaim mempunyai wajah ...
About Me
- Olia Narcissa
- Aceh, Indonesia
- Pastinya, saya manusia.

0 comments:
Posting Komentar