Tags

article (13) beauty (45) beauty care (21) beauty tricks (21) blog (1) computer (20) diet (4) disease (2) entertainment (1) health (40) health articles (24) internet (17) lectures (1) make-up (20) money (1) news (9) photography (15) school (2) technology (25) tips and tricks (1)

Total Views

Tampilkan postingan dengan label photography. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label photography. Tampilkan semua postingan
Senin, 10 Desember 2012

7 Tipe Pengguna Ponsel yang Unik

7 Tipe Pengguna Ponsel yang Unik
Fino Yurio Kristo – detikinet | Jumat, 23/11/2012 07:38 WIB


Hampir semua orang memiliki ponsel dan menggunakannya setiap hari. Namun, ternyata tidak semua orang memakai ponselnya dengan cara yang sama persis.

Sebagian orang mungkin menggunakan ponsel dengan cara yang biasa-biasa saja. Namun tidak sedikit yang memakai ponselnya dengan keunikan tersendiri atau malah mungkin menyebalkan dan menarik perhatian orang di sekitarnya.

Berikut beberapa tipe unik pengguna ponsel yang kerap dijumpai saat ini, seperti dikutip detikINET dari CIO, Jumat (23/11/2012).

  • Pecandu Bluetooth
    Aksesoris headset Bluetooth memang lumayan berguna. Sampai-sampai, cukup banyak orang yang seakan menjadi pecandu beratnya dan memakainya setiap saat, di manapun mereka berada.


    Ya, sepertinya tidak sulit menemui tipe pengguna ponsel seperti ini di tempat-tempat umum. Perangkat Bluetooth selalu terlihat dipasang menyembul di telinga mereka.

  • Penggemar Fanatik
    Beberapa merek smartphone punya penggemar yang sangat fanatik, sebut saja iPhone yang pecintanya sering dijuluki sebagai fanboy. Salah satu cirinya mereka kerap memamerkan ponselnya di mana saja.


    Terutama di antara pengguna ponsel lain yang tidak bermerek sama. Di tempat seperti ini, kemungkinan mereka akan selalu menggunakan ponselnya di tangan agar mudah terlihat.

  • Pecandu BlackBerry
    Meski BlackBerry kabarnya mulai turun jumlah penggunanya, namun masih banyak orang yang tidak bisa lepas dari handset besutan Research in Motion tersebut untuk BBM, mengakses Twitter dan sebagainya. Di manapun berada, mereka selalu tampak mengutak-atik perangkat ini.


    Cirinya, mereka selalu menundukkan kepala dan melihat ke layar ponsel. Tidak peduli sedang berjalan kaki di tempat ramai sekalipun, BlackBerry adalah pusat perhatian utama mereka.

  • Pemborong Ponsel
    Dewasa ini, cukup banyak orang yang mempunyai ponsel lebih dari satu. Dan tidak sedikit yang membawa semuanya di casing khusus yang bisa dikaitkan di sabuk celana.


    Ya, cukup sering dijumpai beberapa orang mengenakan wadah ponsel yang cukup banyak di celananya. Mungkin, mereka senang membeli ponsel dalam jumlah banyak.

  • Pakai ponsel di bioskop
    Bioskop adalah tempat untuk menonton film, dan biasanya, ada peringatan untuk mematikan ponsel sebelum film dimulai. Namun tidak sedikit yang malah sibuk mengutak atik ponsel di dalam gedung bioskop.


    Meski film sedang diputar sekalipun, mereka tetap tidak berhenti memakai ponselnya. Malah kadang, ringtone-nya pun lupa dimatikan.

  • Berponsel di Toilet
    Toilet pun tidak luput menjadi tempat yang strategis untuk memakai ponsel. Ya, tidak sedikit orang yang tetap asyik memakai ponsel selama berada di WC.


    Malah ada yang seolah menjadikannya sebagai kegiatan rutin. Dan ada yang terasa kurang kalau tidak menggunakan ponsel di toilet.

  • Memotret Setiap Saat
    Beberapa pemakai ponsel seakan kecanduan dengan kegiatan memotret, ditunjang dengan teknologi kamera mobile yang kian bagus. Sepertinya, semua obyek bisa dijadikan sebagai foto.


    Biasanya, hasil jepretan tersebut kemudian mereka posting ke jejaring sosial. Seperti Instagram atau Facebook.

tergolong tipe manakah Anda?
Minggu, 09 Desember 2012

Tips Singkat Dalami Travel Photography

Tips Singkat Dalami Travel Photography
Santi Dwi Jayanti - detikinet | Jumat, 23/11/2012 16:25 WIB


Melakukan pemotretan saat jalan-jalan bagi sebagian orang menjadi kegiatan yang menyenangkan. Namun, jangan asal jepret saja karena dengan usaha yang lebih, 'aliran' fotografi ini bisa juga lho dijadikan kegiatan serius dengan hasil yang tentunya lebih ciamik.

Untuk itu, seorang commercial photographer yang sudah lama malang melintang di jagad fotografi Tanah Air, sekaligus pendiri Indonesia photo tour Whitesands, Joe Markus membagi sedikit ilmunya.

"Tentunya kalau kita mau melakukan travel photography yang baik harus mengerti how to make a good picture dengan penguasaan unsur-unsur essential dasarnya seperti komposisi dan lain-lain. Teknik-teknik dasarnya harus sudah mantab dulu," ujarnya.

 Lantas untuk perlengkapan sendiri pastinya dibutuhkan kamera serta lensa. "Kita butuh beberapa lensa, seperti wide angle untuk landscape, lensa fix dengan diafragma besar untuk membuat detail dan membuat gambar lebih cantik, lalu kalau memungkinkan juga tele lens supaya bisa lebih closer to the object. Kalau sudah punya itu, masalah focal lenght (jarak) sudah teratasi.

"Karena begitu kita pakai wide angle lens, secara visual kita mendekatkan diri kepada object kita. Kalau pakai lensa fix 50mm is like looking with our eyes karena itu elemennya sama, kalau lensa tele lebih dekat dengan subyek. Jadi konsep-konsep visual itu harus dipahami dulu sebelum membuat storynya. Menurut Joe, teknik, cerita, komposisi dan pencahayaan adalah faktor penting yang tak boleh dipisahkan.

Dalam kesempatan berbincang di sela-sela acara perilisan kamera anyar Sony di Oktagon, Jakarta Pusat, salah satu pengajar di Darwis Triadi School Of Photography ini juga menyinggung mengenai pengaruh kemunculan aplikasi foto instan (Instagram,dll) terhadap dunia fotografi.

"Menghasilkan foto yang bagus sekarang pasti jauh lebih mudah dengan adanya berbagai macam aplikasi tersebut. Ini membuat fotografi lebih enak dan playfull. Kalau saya melihatnya positif, dalam arti kata, fotografi memang sedang mengalami kemajuan yang pesat baik dari teknologi maupun boom pada peminatnya juga. Dan buat kami, kami harus bisa adaptasi dengan sangat baik," jawabnya.

Ya, keberadaan aplikasi foto instan, di pandangan Joe Markus justru membawa impact yang bagus. "Belajar fotografi sekarang jauh lebih instan, kalo dulu banyak stepnya, sekarang lebih short. Namun the man behind the camera akan tetap pegang peranan. Itu yang biasanya butuh waktu lama buat belajar," ujarnya, menutup pembicaraan.
Sabtu, 08 Desember 2012

Apa Itu White Balance?

Apa Itu White Balance?
Detikinet | Jumat, 12/10/2012 11:31 WIB




Apakah yang dimaksud dengan White Balance dan apa efeknya pada sebuah foto? Mohon pencerahannya.
-Very Lilian

Jawaban:
Ada kalanya ketika memotret, kita mendapatkan warna yang tidak seperti yang kita lihat, kadang kebiruan, dan terkadang kemerahan. Ini terjadi karena sumber cahaya yang digunakan saat memotret memiliki temperatur warna (derajat Kelvin) yang berbeda-beda.

Contoh, jika kita memotret suatu benda terutama yang berwarna putih (karena putih adalah netral), maka warna putihnya benda tersebut akan menjadi tidak netral lagi karena dipengaruhi oleh sumber cahaya yang mengenainya, misalnya sinar matahari pada siang hari terlihat putih normal, pagi dan sore terlihat kuning/orange, lampu ruangan bohlam (tungsten) kemerahan, atau neon kehijauan.

Untuk mengatasinya, di dalam kamera digital ditambahkan fitur White Balance yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan warna agar menjadi "normal" kembali.

Untuk memudahkan penggunaan, lihat foto di bawah ini, pemotretan diambil di sore hari dengan menggunakan berbagai preset.


Contoh lain adalah jika menggunakan berbagai temperatur warna secara manual, mulai dari 2500° K sampai 9500° K.


Kesimpulannya adalah, white balance juga bisa berfungsi sebagai filter warna yang dapat digunakan untuk menciptakan efek warna tertentu.
Rabu, 21 November 2012

Tips Memotret Sunrise & Sunset


Tips Memotret Sunrise & Sunset
Konsultan: Johntefon – detikinet | Kamis, 02/08/2012 11:51 WIB



Jakarta - Apa saja tips agar memotret sunset terlihat lebih hidup?
(Anisa Nurul Aida)

Jawaban:
Ada istilah yang mengatakan, seseorang belum bisa disebut fotografer landscape, jika belum memotret Sunrise atau Sunset. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, demikian tips untuk kedua momentum tersebut:
  • Datang lebih awal untuk persiapan serta menentukan spot di mana Anda akan memotret, mengingat momennya hanya berlangsung sekitar 30 menit.
  • Gunakan Tripod dan Cable Release untuk meminimalisir getaran, karena kondisi (akan) sangat minim cahaya sehingga kita harus memotret dengan speed lambat.
  • Gunakan berbagai White Balance untuk mendapatkan berbagai warna yang berbeda.
  • Gunakan Spot Metering atau Manual jika menggunakan Live View atau gunakan mode scene sunset/ sunrise jika menggunakan kamera saku.

Senin, 19 November 2012

Sekilas Tentang Kamera Mirrorless


Sekilas Tentang Kamera Mirrorless
Konsultan: Johntefon – detikinet | Jumat, 31/08/2012 11:24 WIB



Jakarta - Saya sering sekali membaca berita tentang kamera mirrorless tapi belum begitu paham tentang kamera ini. Mohon penjelasannya.
(Brian Sanjaya)

Jawaban:
Kamera mirrorless atau kamera tanpa cermin pertama kali diperkenalkan sekitar tahun 2008 dan telah menarik perhatian para pencinta fotografi. Secara umum, yang membedakan kamera DSLR dengan kamera mirrorless adalah cara menampilkan gambar di viewfinder.

Untuk memunculkan gambar di viewfinder, kamera DSLR menggunakan cermin (mirror) yang membutuhkan suatu ruang di dalam kamera sehingga ukuran kamera menjadi besar. Lain halnya dengan kamera mirrorless. Kamera mirrorless telah meniadakan cermin tersebut sehingga dapat menghemat ukuran dan bobot kamera pun menjadi lebih ringan.

Lalu bagaimana sebuah kamera mirrorless memunculkan gambar di viewfinder?

Sebagai gantinya, untuk memunculkan gambar di viewfinder, kamera mirrorless ada yang menggunakan menggunakan sistem viewfinder elektronik, ada juga yang menggunakan hybrid viewfinder yang bisa berganti dari jendela bidik optik ke jendela bidik elektronik.

Kamera mirrorless memiliki daya tarik tersendiri, yakni:
  • Ukuran relatif lebih kecil, kompak dan ringan dibanding DSLR.
  • Ukuran sensornya setara DSLR kelas menengah.
  • Lensa dapat diganti-ganti.
Dengan kelebihan-kelebihan di atas, kamera mirrorless menjadi pilihan yang menarik, apalagi hasilnya mendekati kamera DSLR kelas menengah, namun untuk kelas professional, kamera DSLR tetap masih lebih unggul.

Saat ini sudah banyak kamera mirrorless yang dikeluarkan berbagai produsen, antara lain:
  • Fujifilm X
  • Nikon 1
  • Pentax Q dan K
  • Leica M
  • Micro Four-Third: Olympus OMD dan PEN
  • Micro four third: Panasonic G
  • Samsung NX
  • Sony NEX
  • Canon EOS M
Minggu, 18 November 2012

Tips Pemotretan dengan Teknik Window Lighting


Tips Pemotretan dengan Teknik Window Lighting
Konsultan: Johntefon – detikinet | Kamis, 30/08/2012 10:53 WIB

Canon EOS 550D

Jakarta - Salam, nama saya Angga, saya mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi negeri di Purwokerto. Saya mau bertanya bagaimana cara mendapatkan hasil foto sempurna di dalam ruangan tanpa menggunakan flash?

Dalam kasus ini saya ingin memotret seorang model dengan konsep indoor, tetapi saya hanya memiliki kamera Canon 550D dan lensa Tamron 70-300mm. Mohon bimbingannya, terimakasih.
(Angga)

Jawaban:
Teknik memotret di dalam ruangan tanpa menggunakan flash disebut "Window Lighting". Sesuai namanya, sumber cahayanya hanya berasal dari jendela. Jika dikerjakan dengan cermat, teknik ini dapat menghasilkan foto yang sangat natural.

Agar hasilnya optimal, ada beberapa langkah yang harus dikerjakan. Ubah mode eksposur kamera ke Speed Priority, lalu tentukan sebagai berikut:
  • Shutter Speed: Untuk mengantisipasi kamera dan atau orangnya yang goyang, gunakan speed minimal 1/30 detik bila menggunakan tripod, atau 1/100 detik jika handheld.
  • Diafragma: Gunakan diafragma besar (angka kecil misalnya f/4 - f/5.6) untuk menghasilkan skintones lebih lembut.
  • ISO: Jika kondisi terlalu gelap atau speed tidak terkejar, naikkan ISO. Ketahui juga, bahwa ISO terlalu tinggi berpotensi memunculkan noise.

Tips untuk pemotretan dengan window lighting:
  • Lighting: Manfaatkan sinar dari jendela, atur posisi model agar cahaya datang dari samping sehingga gambar lebih berdimensi.

  • Reflektor: Gunakan styrofoam atau sesuatu yang berwarna putih sebagai reflektor untuk memantulkan cahaya ke bagian shadow yang terlalu gelap.
  • Editing: Yang tak kalah penting, maksimalkan hasil pemotretan dengan program Photo Editor, misalnya Photoshop, Photoshop Lightroom atau software bawaan dari kamera.

Popular Posts

About Me

Olia Narcissa
Aceh, Indonesia
Pastinya, saya manusia.
Lihat profil lengkapku