Tags

article (13) beauty (45) beauty care (21) beauty tricks (21) blog (1) computer (20) diet (4) disease (2) entertainment (1) health (40) health articles (24) internet (17) lectures (1) make-up (20) money (1) news (9) photography (15) school (2) technology (25) tips and tricks (1)

Total Views

Tampilkan postingan dengan label health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label health. Tampilkan semua postingan
Rabu, 29 Mei 2013

Pilih-pilih Masker Wajah Sesuai Kondisi Kulit


Pilih-pilih Masker Wajah Sesuai Kondisi Kulit
Wolipop.com Dari InStyle |  Nadia Felicia | Minggu, 3 Mei 2009 | 14:54 WIB


Masker wajah biasa dikenal sebagai alat untuk membantu membuat wajah terlihat lebih ‘cling’. Selain mengurangi tampak pori-pori besar, juga mengurangi timbunan minyak sekaligus membuat wajah lembab dan halus. Sudah banyak tipe-tipe masker wajah yang dijual bebas. Namun, jangan asal beli karena beda masker, beda kegunaan.

Perlu dipastikan bahwa masker yang digunakan sesuai dan cocok untuk jenis kulit wajah Anda. Setelah memastikan jenis kulit wajah dan permasalahannya, pilihlah jenis masker yang tepat. Berikut panduannya;


Kulit Kering
Yang perlu dicari; masker wajah yang memiliki formula dengan kemampuan menahan kelembaban air pada kulit, seperti hyaluronic acid dan gliserin. Produk dengan kandungan vitamin E dan minyak zaitun juga bisa membantu menjaga kelembaban pada kulit. Umumnya, masker wajah untuk kulit kering tak memiliki iritan sehingga bisa digunakan cukup sering, misalnya seminggu sekali. Aplikasikan di seluruh bagian wajah, termasuk daerah mata dan sekitar bibir, jangan lupakan daerah leher.

Kulit yang mulai terlihat garis-garis halus
Untuk wajah dengan garis-garis halus diperlukan formula yang memiliki kandungan retinol, glycolic acid, atau peptida yang membantu mengatasi kulit dengan garis halus. Tak ada masker wajah yang bisa benar-benar menghapus keberadaan keriput, namun zat-zat tadi bisa membuat kulit terlihat lebih kenyal sementara dan membuatnya lebih mulus. Namun, glycolic acid bisa mengiritasi kulit, jadi jangan gunakan terlalu sering, beri jeda setidaknya 2 minggu antarpemakaian. Hindari pemakaian dekat area mata dan mulut. Aplikasikan di daerah lain pada wajah, juga di daerah lain yang rentan terekspos sinar matahari, seperti bagian atas (punggung) telapak tangan dan leher.

Kulit yang rentan berjerawat
Karena kulit yang rentan berjerawat merupakan kulit yang teriritasi atau meradang, maka diperlukan masker wajah yang tak memiliki efek inflamatori, seperti salicylic acid (yang membantu mengelupas kulit dan membersihkan pori-pori), juga formula dengan kandungan benzoyl peroxide, plus sulfur untuk membantu membunuh bakteri. Untuk mengurangi efek mengeringkan, gunakan setidaknya seminggu sekali, fokuskan penggunaan di daerah wajah yang cenderung berjerawat, seperti daerah T, tetap hindari daerah mata dan mulut.

Kulit sensitif
Kulit wajah yang amat putih, seringkali memiliki tingkat sensitivitas lebih tinggi, sehingga cenderung memerah. Pilih masker wajah yang memiliki kandungan aloe vera, chamomile, mentimun, maple, dan teh hijau yang bisa mengurangi kemerahan dan peradangan sementara. Formula sulfur, licorice, dan xanthine bisa membantu menghilangkan penampakan garis-garis kapiler darah di wajah. Mulai dengan mengaplikasikan seminggu sekali. Jika menunjukkan perubahan dan tak ada alergi, bisa ditingkatkan dengan penggunaan seminggu dua kali. Masker semacam ini cukup aman digunakan di seluruh bagian wajah. Untuk menghapus maskernya, cukup gunakan jari, jangan gunakan kain atau handuk, supaya tidak membuat kulit teriritasi.
Sabtu, 29 Desember 2012

Yang Terjadi pada Kulit Tiap Periode Usia


Yang Terjadi pada Kulit Tiap Periode Usia
Kompas.com | Christina Andhika Setyanti | Kamis, 22 November 2012 | 17:51 WIB


Semulus apa pun kulit Anda saat ini jika tidak dirawat dengan tepat pasti akan rusak dan tua sebelum waktunya. Seperti bagian tubuh lainnya, kulit wajah juga bisa mengalami penuaan dalam bentuk keriput dan kulit kering. Dr Oky E. Kartiwa, Medical Advisor Galenium Pharmasia Laboratories, mengungkapkan bahwa proses penuaan kulit ini tidak bisa dihentikan, namun hanya bisa diperlambat prosesnya dengan cara merawat kulit dengan tepat sejak dini.

"Selain memilih perawatan kulit yang tepat sesuai jenis kulit, sebaiknya Anda juga memilih produk yang sesuai dengan usia. Karena beda usia pasti beda kondisi kulitnya," ungkap Oky, saat peluncuran produk perawatan kulit di Jakarta, beberapa waktu lalu. Sebelum memilih produk perawatan kulit tertentu, ada baiknya untuk mengenali terlebih dulu kondisi kulit pada tiap periode usia.

Usia 20-25 tahun
Pada usia ini, kondisi hormon tubuh sudah seimbang. Keseimbangan hormon ini menyebabkan terkontrolnya produksi minyak di kulit. Usia ini merupakan usia keemasan kulit karena semua struktur kulit dalam kondisi prima, kolagen dan elastin kulit bekerja dengan baik sehingga kulit tampak kencang sempurna. Hanya saja ini bukan alasan untuk tidak merawat kulit wajah. Justru beberapa ahli kulit menyarankan untuk merawat kulit dari usia 20-an.

Usia 25-40 tahun
Orang yang ada di kisaran usia ini biasanya sedang menikmati masa-masa produktif bekerja. Aktivitas yang sangat padat, stres, make-up, dan pengaruh lingkungan yang dihadapi setiap hari, akan berkontribusi dalam proses perusakan kulit.

Di usia ini, vitalitas kulit juga sudah mulai menurun. Aktivitas kelenjar minyak di wajah mulai berkurang sehingga kulit akan terasa kering. Selain itu, fungsi kolagen dan elastin juga berkurang, dan menurunkan kemampuan kulit untuk mengikat air. Kulit kering akan mengakibatkan timbulnya garis-garis halus di wajah, dan membuat kulit terlihat kusam. 

Ketika menghadapi masalah ini ada baiknya untuk mulai merawat kulit dengan aneka produk yang melembabkan kulit. Penggunaan produk antiaging juga disarankan untuk mengatasi timbulnya garis halus.

Usia 40 ke atas
Ketika menginjak usia 40 tahun ke atas, kondisi kulit sebenarnya sudah mengalami penuaan dan keriput. Jumlah kolagen dan elastin dalam kulit menurun drastis. Selain itu, kemampuan kolagen untuk mengikat air sangat berkurang sehingga elastisitasnya memudar. Aktivitas kelenjar minyaknya juga berkurang sehingga kulit menjadi sangat kering.

Kadar Natural Moisturising Factor (NMF) dalam kulit juga berkurang sehingga berpengaruh pada semakin tegasnya garis-garis keriput di wajah. Berkurangnya kadar ini juga akan memengaruhi kekencangan kulit. Tipikal khas kondisi kulit di usia ini adalah mulai timbulnya pigmentasi pada kulit.
Jumat, 21 Desember 2012

3 Trik Mempertahankan Warna Asli Gigi Agar Tidak Kuning

3 Trik Mempertahankan Warna Asli Gigi Agar Tidak Kuning
Wolipop | Minggu, 02/09/2012 13:32 WIB


Gigi yang kuning tentu bisa mempengaruhi penampilan Anda. Bagaimana cara mempertahankan warna asli gigi agar tidak kuning atau menggelap?

Ketika Anda balita, warna asli gigi Anda putih. Ini dikarenakan warna gigi susu memang lebih putih dari gigi permanen. Gigi permanen yang menggangtikan gigi susu akan berwarna sedikit kekuningan. Seiring berjalannya waktu, Anda mulai mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang dapat mempengaruhi warna pada gigi.

Menurut seorang dokter kecantikan di New York, Amerika Serikat, Nancy Rosen ada tiga hal yang dapat Anda lakukan untuk mempertahankan warna atau membuat gigi tampak lebih bersih, dilansir dari Beauty High.

Makan Sayuran yang Renyah
Sayuran yang renyah seperti seledri dan wortel dapat membantu Anda menjaga warna gigi tampak putih lebih lama setelah memakannya.Hal itu karena, kotoran ikut terangkat ketika gigi mengigit sayuran renyah. Hindari banyak mengkonsumsi buah-buahan yang dapat menodai gigi, misalnya blueberry dan strawberry.

Jangan Langsung Sikat Gigi Setelah Makan
Dr. Rosen menjelaskan, setelah makan Anda harus menunggu minimal 30 menit sebelum menggosok gigi. Langsung menyikat gigi setelah makan hanya akan membuat noda makanan akan tercampur dengan email gigi dan membuatnya terlihat kusam.

Sesekali Putihkan Gigi
Ada beberapa cara memutihkan gigi, salah satunya adalah cara pemutihan gigi dengan strip. Metode ini hanya memerlukan waktu 30 menit untuk mendapatkan gigi yang tampak lebih putih. Dr. Rosen mencatat banyak pasiennya yang mengeluh nyeri gigi setelah melakukan metode ini. Ternyata setelah pori-pori pada gigi yang terbuka selama menggunakan Whitestrips tidak menutup secara bersamaan. Jadi tahan diri untuk makan dan minum selama 10 menit setelah pemakaian.
Kamis, 06 Desember 2012

Tips Detoks Agar Kulit Wajah Tampak Lebih Muda


Tips Detoks Agar Kulit Wajah Tampak Lebih Muda
Karina Mahardi – wolipop | Minggu, 23/09/2012 12:01 WIB

 
Jam kerja yang panjang dan gaya hidup aktif bisa memberi efek buruk bagi kesehatan jika Anda kurang pintar menjaga kesehatan tubuh. Selain mengganggu kesehatan tubuh, juga berdampak negatif terhadap kecantikan kulit.

Alhasil, wajah dan kulit Anda mengalami penuaan dini seperti flek kecoklatan, garis-garis halus dan kerutan. Tapi Anda bisa mencegahnya dan mendapatkan kulit yang sehat serta bercahaya dengan detoks yang tepat. Ini tujuh tips detoks secara untuk kulit awet muda, seperti dikutip dari iDiva.

1.       Olah Raga Rutin
Tidak ada yang bisa mengalahkan manfaat latihan kardio dalam hal mengeluarkan banyak keringat, meningkatkan sirkulasi darah, dan membuat wajah berseri. Anda dapat melakukannya selama 30 hingga 60 menit setiap harinya sehingga tidak terlalu menyita waktu. Pilihan olahraga kardio antara lain lompat tali, lari, jogging, berenang, dan menari.

2.      Ritual Perawatan Kulit
Kulit Anda dapat nampak lebih muda jika dirawat dengan cara membersihkan, menyegarkan, dan melembabkan secara teratur. Selain itu, gunakanlah juga krim yang dapat mencegah kerutan dan garis halus agar hasilnya lebih optimal.

3.      Konsumsi Sayuran
Menurut ahli nutrisi Naini Setalvad, makanan yang kaya akan vitamin A seperti bayam, wortel, dan labu harus Anda sertakan dalam menu sehari-hari karena baik bagi penglihatan dan membantu membersihkan jerawat di wajah. Selain itu, vitamin A juga dapat mencegah produksi sel di bagian luar kulit secara berlebihan yang dapat menyumbat pori-pori serta dapat mengurangi perkembangan sel kanker kulit.

4.      Perbanyak Konsumsi Vitamin C
Selain membantu proses penyembuhan secara alami, vitamin C juga kaya akan serat dan folat yang membantu mencegah anemia serta membantu proses regenerasi sel kulit Anda. Vitamin C dapat Anda temukan pada buah-buahan seperti jambu biji, jeruk, dan lemon.

5.      Banyak Minum Air
Air merupakan pokok dari kehidupan karena dapat mencukupi kebutuhan cairan tubuh dan membantu mengeluarkan racun dari tubuh. Untuk hidup yang lebih sehat, minumlah segelas air yang dicampur dengan perasan lemon yang berfungsi sebagai antioksidan. Selain itu, jangan lupa untuk selalu meminum 8-10 gelas air per hari.

6.      Perbanyak Konsumsi Vitamin E
Sumber vitamin E seperti kacang almond, kelapa, dan gandum dapat berfungsi sebagai anti oksidan dalam tubuh yang menjaga sel kulit dari sinar UV. Selain itu, vitamin E juga berperan sebagai pelindung kulit dari faktor lingkungan lain yang menghasilkan radikal bebas yang merusak sel kulit.

7.      Pola Makan Sehat
Menurut Setalvad, pola makan sehat adalah kunci dari kulit yang nampak lebih muda. Berikut adalah menu yang baik sebagai pola makan sehat:
- Pagi Hari : Segelas air dengan temperatur ruangan yang ditambahkan air perasan lemon.
- Sarapan : Makanan yang mengandung gandum.
- Menjelang siang : Jus buah atau sayuran.
- Makan siang : Roti atau nasi, sayuran, dan semangkuk kecambah.
- Snack sore : Segenggam kacang-kacangan seperti kacang kenari, almond, atau pistachio.
- Makan malam : Roti atau nasi merah, salad, ikan, dan kismis sebagai makanan penutup.

Kamis, 08 November 2012

Ternyata, jus seledri ampuh turunkan hipertensi



Ternyata, jus seledri ampuh turunkan hipertensi
Kamis, 9 agustus 2012 05:11 wib | Niken anggun nurani - okezone


Fakta bahwa asupan jus buah dan sayuran segar dengan diet sehat dapat menurunkan tekanan darah telah dikenal untuk waktu yang lama. Tetapi penelitian terakhir menunjukkan bahwa jus seledri menjadi obat alami untuk tekanan darah tinggi.

Tekanan darah adalah gaya yang diberikan oleh darah yang mendorong dinding arteri saat jantung memompa darah keluar. Jika tekanan naik di atas normal dapat menyebabkan banyak kerusakan pada tubuh anda. Hal ini dapat tiga kali lipat berisiko terkena serangan jantung, meningkatkan risiko stroke, dan dapat merusak ginjal dan mata, demikian dilansir wellsphere.

Meskipun berbagai jenis obat dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah, mereka memiliki berbagai efek samping seperti kelelahan, lemah, insomnia, tangan dan kaki dingin, batuk kronis, pusing, sembelit, sakit kepala, mulut kering, dan lebih banyak lagi.

Kemampuan seledri untuk mengurangi tekanan darah tinggi telah lama diakui oleh obat china. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa minum jus seledri setiap hari selama satu pekan dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Fakta bahwa asupan sering jus buah dan sayuran segar dapat menurunkan tekanan darah telah dikenal untuk waktu yang lama, tetapi selalu dianggap bahwa tingginya asupan kalium, mineral dan antioksidan lainnya dalam jus yang melakukannya.

Seledri mengandung senyawa 3-n-butil-phthalide yang merenggangkan otot-otot di dinding arteri yang melebar dan memungkinkan darah untuk mengalir lebih bebas. Pthalides juga mengurangi hormon stres yang bisa menyebabkan pembuluh darah mengerut.

Popular Posts

About Me

Olia Narcissa
Aceh, Indonesia
Pastinya, saya manusia.
Lihat profil lengkapku